randomposts

HTI Bersama Paham Radikal Lainnya Berada di kubu Prabowo-Sandi




Berdasarkan analisis Muhammad Iqbal Ahnaf, PHD, seorang pakar dari Victoria University New Zealand, HTI adalah gerakan politik yang berideologi Islam. Hubungan HTI, FPI, PKS yang dalam waktu bersamaan secara malu-malu saling merapatkan diri, intinya mereka memiliki simbiosis dan chemistry dalam orientasi politik di Indonesia.

Jika menggunakan teori himpunan, ada argumen yang mengatakan ketika suatu himpunan bagian beririsan dengan himpunan bagian lainnya, maka bagian yang beririsan itu memiliki ciri identik dari keduanya.

Maka jika HTI memiliki hubungan dengan FPI dan PKS, menurut teori himpunan itu, tentu diantara ketiganya terdapat irisan, baik dari sisi ideologi, visi atau misi, minimal ketika mereka menghadapi lawan yang sama.

HTI yang telah mendapatkan label sebagai ormas terlarang, kehadirannya secara formal akan sulit diterima di Indonesia, lebih-lebih jika mereka menolak melebur dengan ormas yang masih diakui keberadaannya. Sehingga mau tidak mau, HTI perlu bermanis-manis dengan rekannya yang eksistensinya masih diakui.

Pemimpin HTI sangat rasional mencermati situasi khas Indonesia. Mereka menghindari konfrontasi retorika terkait Pancasila dan NKRI, tetapi ambigu dalam menyikapi Pemilu (Pemiihan Presiden dilarang-Pemilihan Kepala Negara dibolehkan) dan selalu menyuarakan penolakan terhadap demokrasi. Hal ini sangat erat hubungannya dengan strategi eksistensi organisasi dari ancaman pembubaran oleh pemerintah.

Namun ada kewaspadaan tertentu dari ormas yang masih mnerima kehadiran HTI, karena salah-salah mereka turut terseret dalam stigma terlarang oleh publik yang baik sengaja maupun tidak, melihat kedekatan HTI dengan ormas tertentu.

Kedekatan FPI dengan pentolah pendukung ideologi khilafiah seperti ISIS, yang terekam dalam beberapa kegiatan mereka, juga menjadi indikasi adanya keterkaitan FPI dengan HTI yang juga ditengarai mendukung diproklamasikannya ISIS.

Bahkan ketiadaan bendera merah putih dan foto Presiden di kantor pusat HTI, semakin menegaskan bahwa organisasi ini secara sengaja menolak keberadaan institusi negara yang bernama lembaga kepresidenan. Meskipun menurut analisis, mereka juga memiliki relasi dengan beberapa kalangan politisi, hubungan tersebut kemungkinan hanya mereka gunakan untuk membuka jalan masuk bagi agenda-agenda mereka.

Dengan dukungan pentolan HTI secara informal kepada pasangan calon di kubu 02, meskipun tidak secara formal, menegaskan pula masih berjalannya agenda mereka selepas keluarnya ketetapan hukum tentang status ormas terlarang.

Patut masyarakat ketahui, organisasi fisik boleh dibubarkan, namun tidak demikian dengan ajaran dan prinsip perjuangannya yang sejak lama tertanam di dalam benak para anggotanya. Seperti halnya banyak gerakan bawah tanah, maka HTI pun dipastikan akan merubah strategi penyebaran paham mereka dalam gerakan bawah tanah.

Mengingat karakteristik gerakan ini tidak mudah dipantau, maka minimal publik membekali diri untuk tidak mudah memberikan sambutan ketika ditemui paham berbau ideologi daulah khilafan yang berarti negara khilafah. Ideologi seperti ini dipastikan identik dengan ideologi Hizbut Tahrir yang telah dinyatakan terlarang.

HTI Bersama Paham Radikal Lainnya Berada di kubu Prabowo-Sandi Reviewed by Admin Manja on Maret 23, 2019 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by Politik Panas © 2018
Diberdayakan oleh Blogger.