randomposts

Behind Me...


Prabowo bungkam saat ditanya, apakah benar jika anda menang Pilpres FPI akan berkuasa..? ada fenomena menarik saat Said Aqil diundang oleh Najwa Sihab dan menyatakan bahwa kolompok radikal lebih banyak berada di kubu Prabowo.

Pertarungan Pilpres 2019 ini sebenarnya bukan hanya sekedar pertarungan Prabowo melawan Jokowi, tapi juga pertarungan antara kaum intoleran dan toleran, serta pertarungan antara pihak-pihak yang ingin mengubah ideologi negara menjadi khilafah dan yang ingin mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara.

Lihat saja, siapa orang-orang yang berada di belakang Prabowo. Ada HTI yang ingin mengubah ideologi negara, dan ada ormas rasa preman yang sering melakukan aksi sweeping, siapa lagi kalau bukan FPI.
______________
Kalau Prabowo tidak menanggapi FPI, mungkin tidak akan jadi masalah, karena FPI mendukung Prabowo adalah haknya. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, Prabowo sangat mengistimewakan FPI. Bahkan dapat dikatakan, FPI saat ini merupakan ormas anak emas Prabowo.

Saking istimewanya FPI di mata Prabowo, Rizieq, sang 'Imam Besar' yang kabur ke Arab Saudi atas keinginan sendiri, dan hingga saat ini belum pulang juga atas keinginan sendiri, pun mau di jemput oleh Prabowo menggunakan pesawat pribadi, jika dirinya menang di Pilpres 2019.

Hal itu disampaikan Prabowo saat bersilahturahmi dengan pimpinan Ponpes Mamba'ul Ulum, Raden Kiai Haji Mohammad Tohir Zain beserta para ulama, santri dan masyarakat Pamekasan, di Ponpes Mamba'ul Ulum, Bata-bata, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, (26/2). Prabowo menyebut, janji memulangka Rizieq sesuai dengan janjinya di 'Ijtima Ulama' jilid II.

"Dalam Ijtimak yang kedua saya sudah mengatakan begitu saya menang saya akan mengembalikan Habib Rizieq Syihab kembali. Saya akan kirim pesawat saya sendiri untuk menjemput beliau. Beliau difitnah dan dizalimi," tegas Prabowo dalam keterangan tertulis Prabowo-Sandi Media Center, (27/2).

Pertanyaannya, jika Prabowo jadi presiden, ormas yang sering bertindak anarkis itu akan jadi apa..? Apakah akan menyusul dibubarkan seperti HTI, atau justru semakin sewenang wenang melakukan aksi kekerasan? Jika memperhatikan kondisi saat ini, seandainya Prabowo jadi presiden, maka FPI akan semakin leluasa mempersekusi pihak yang tidak sepaham dengannya.

Maklum, dibekingi oleh Prabowo jika jadi Presiden. Contohnya saja, kejadian di Sumut. Prabowo belum berkuasa saja, FPI sudah berani membubarkan acara peringatan hari lahir (Harlah) NU di Lapangan Srimersing, Kota Tebingtinggi, (27/2). Bagaimana kalau nanti Prabowo jadi presiden? Siap-siap seluruh acara NU di Indonesia dibubarkan oleh mereka.

Karena, menurut laskar FPI yang jadi tersangka penghasutan di acara keagamaan NU itu, acara peringatan hari lahir (Harlah) NU tersebut sesat. Artinya apa? Ada kemungkinan ideologi FPI menganggap bahwa NU itu sesat, sehingga wajib untuk dibubarkan. Selain itu, FPI juga memiliki sejarah yang kelam di negeri ini.

FPI berdiri hanya 4 bulan setelah Soeharto lengser dari jabatannya. Karena, saat Soeharto yang otoriter itu berkuasa, tidak mentolerir tindakan ekstrimis dalam bentuk apapun, seperti yang sering dilakukan oleh FPI sekarang ini. FPI menjadi terkenal karena aksi-aksinya yang kontroversial, terutama yang dilakukan oleh laskar paramiliternya yakni Laskar Pembela Islam.

Apa saja aksi kekerasan yang telah dilakukan oleh FPI? Salah satunya adalah penutupan klab malam, dan tempat-tempat yang dianggapnya maksiat, mengancam warga negara tertentu, serta mempersekusi pihak-pihak yang dianggapnya tidak sesuai dengan arah perjungan FPI.

Aksi kekerasan yang paling terkenal dilakukan oleh FPI yakni ‘Insiden Monas’. Yang mana, saat itu laskar FPI melakukan penyerangan terhadap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKBB) di silang Monas, pada 1 Juni 2008.

Polisi pun menemui Rizieq di markas FPI, Petamburan Jakarta. Karena berjanji akan menyerahkan anggotanya yang bertanggung jawab pada insiden Monas, Rizieq pun tidak ditangkap. Polisi sendiri, sebelumnya sudah mengidentifikasi lima anggota FPI yang diduga terlibat dalam penyerangan di Lapangan Monas itu.

Setelah tidak ada yang menyerahkan diri, pada 4 Juni 2008, 1.500 anggota polisi dikerahkan ke Markas FPI di Jalan Petamburan III, Tanahabang, Jakarta Pusat, dan menangkap 57 orang untuk diselidiki. Diantara yang dijadikan tersangka adalah ketua FPI, Rizieq Shihab.

Beruntung saat itu presidennya masih SBY, belum Jokowi, sehingga pasca Rizieq ditetapkan sebagai tersangka, tidak ada yang mengatakan SBY telah melakukan kriminalisasi ulama. Wacana pembubaran FPI sebenarnya sudah digaungkan saat SBY berkuasa. Hanya saja, pemerintah saat itu, sulit membubarkan FPI secara resmi karena keberadaan FPI tidak berlandaskan hukum, ungkap Menteri Kehakiman dan HAM era SBY, Andi Mattalata.

Masihkah mau memilih Prabowo yang dibelakannya dihuni para kaum radikalis..? Prabowo tak akan bisa menjawab pertanyaan ini. Karena jika kaum ini di lawan. Prabowo akan kehilangan separuh suaranya di Pilpres 17 April mendatang. Ingat kawan, semua ini sarat dengan kepentingan politik, jangan sampai Indonesia berada ditangan orang yang tidak tepat.
Behind Me... Reviewed by Admin Manja on Maret 25, 2019 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by Politik Panas © 2018
Diberdayakan oleh Blogger.