randomposts

Kini keluarga kesultanan Banten menolak 2019GP



Keluarga besar keturunan Sultan Maulana Yusuf dengan nama depan Tubagus ini, melakukan penolakan terhadap adanya deklarasi #2019GantiPresiden yang rencananya akan digelar di parkiran makam Sultan Maulana Yusuf.

Mereka sangat keberatan jika pelaksanaan deklarasi dilakukan di halaman parkir pemakaman Sultan. Para keturunan kesultanan dengan gelar Tubagus ini dengan tegas menolak deklarasi dilakukan di tempat religi.

Mereka juga tidak akan memberikan izin jika lokasi parkiran makam Sultan Maulana Yusuf dijadikan untuk deklarasi #2019GantiPresiden. Mereka menganggap lewat kegiatan politik ini akan membuat gaduh lingkungan makam.

Tb Sukron Ma'mun saat ditemui di halaman parkir makam Sultan Maulana Yusuf, Kasemen, Kota Serang, Banten mengatakan bahwa dirinya bersama keluarga Sultan menolak kehadiran gerakan itu, karena akan membuat gaduh.

"Kami menolak karena ini tempat sakral keagamaan, kalau acara keagamaan silahkan. Karena kegiatan politik pasti ada yang menjelek-jelakan," tegas Rabu (8/8/2018)

Beliau mengatakan, tempat makam sultan merupakan tempat semua umat Islam, dan bukan milik kelompok dan golongan tertentu apalagi partai politik.

"Kalau kegiatan keagamaan mangga (silahkan). Mau kegiatan tingkat nasional juga boleh," sambungnya.
Tb Yusuf dalam kesempatan itu juga mengatakan, kegiatan deklarasi di halaman parkir makam Sultan Maulana Yusuf membuat gaduh dan bertolak belakang dengan kearifan lokal. Mendiang sultan dinilai sebagai ulama yang mempersatukan umat di masa Kesultanan Banten. Tempat tersebut dinilai tidak patut dijadikan untuk kegiatan politik.

"Agar segera sadar dan hormati yang mau deklarasi di tanah eyang kami, jangan paksakan nafsu politik dan kekuasaan, sensasi untuk memecah bumi Banten. Kami keturunan Maulana Yusuf tidak ingin diganggu keutuhan kami mengatasnamakan apapun," katanya.

Beliau meminta panitia deklarasi tersebut menghormati kearifan lokal. Apalagi, makam Sultan Maulana Yusuf merupakan cagar budaya yang dilindungi Undang-undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

"Silahkan pilih presiden tapi jangan injak-injak leluhur kami. Dewasalah berpolitik hormati kearifan lokal dan sultan-sultan Banten," katanya.

Deklarasi ini sebelumnya juga ditolak oleh Pemkot Serang. Izin penggunaan alun-alun tidak diberikan lantaran lokasi digunakan untuk rangkaian kegiatan Asian Games. Deklarasi #2019GantiPresiden rencananya dilakukan pada 10 Agustus 2018.

Beberapa warga setempat juga menolak kegiatan deklarasi tersebut, karena deklarasi itu dinilai justru akan memecah belah persatuan dan kesatuan antar umat beragama, dan berindikasi kerusuhan. Ada dari beberapa dari mereka yang dengan terang mengatakan ''gerakan ganti presiden kok di makam, sekalian saja dimakamkan gerakannya'' cetus warga yang tak mau disebut namanya.
Kini keluarga kesultanan Banten menolak 2019GP Reviewed by Admin Manja on Agustus 09, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by Politik Panas © 2018
Diberdayakan oleh Blogger.