randomposts

Ditolak di Jabar oleh masyarakat dan MUI, masih mau deklarasi ?



Menanggapi beberapa oknum yang menggunakan tagar 2019 ganti presiden yang sangat meresahkan masyarakat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar angkat bicara. Gerakan ini lebih dominan menjadi unsur provokasi, dan mengarah kepada aksi inkonstitusional jika dibandingkan dengan kegiatan lain yang menjunjung tinggi demokrasi.

Sekretaris MUI Jabar Rafani Akhyar mengatakan, desakan mengganti presiden sekarang ini dapat dinilai melanggar hak konstitusional presiden, yang saat ini masih mempunyai hak untuk dipilih kembali.

Beliau menambahkan, gerakan tersebut seharusnya menyuarakan ajakan untuk berkompetisi secara sehat siapapun calon presiden yang nanti di Pilpres 2019, dan sesuai dengan aturan yang ada dan menonjolkan hal yang positif yang dapat ditawarkan kepada masyarakat Indonesia.

"(Gerakan) ganti presiden dinilai lebih dominan unsur provokasi, dan mengarah kepada aksi inkonstitusional dibandingkan dengan kegiatan yang menjunjung tinggi demokrasi. Bukan kami menghalangi menolak hak demokrasi, silakan saja. Tapi paling penting jangan mengarah tindakan inkonstitusional," katanya.

Mengganti Presiden itu tidak segampang membalikkan telapak tangan, dan itu sangat membatasi hak Presiden saat ini, bukan kita mendukung Pemerintah sekarang, namun kami menginginkan negara kita ini tetap kondusif.

Pernyataan ini tak lepas dari kejadian di Batam beberapa hari yang lalu, deklarasi ganti presiden yang akan diadakan di Batam pada Minggu (29/7) lalu sempat memanas, ini sangat tidak kondusif, karena massa yang kontra dengan gerakan itu menolak acara tersebut diselenggarakan.

Apalagi dalam acara tersebut menghadirkan sosok Neno Warisman yang notabene sosok yang tidak tahu masalah ekonomi dan politik namun sudah bicara seakan tahu segalanya tentang ekonomi dan politik.



Ditolak di Jabar oleh masyarakat dan MUI, masih mau deklarasi ? Reviewed by Admin Manja on Agustus 02, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by Politik Panas © 2018
Diberdayakan oleh Blogger.